sebuah
renungan
(Catatan Harian Mahasiswa Rantau
Part 1)
“Lihatlah orang
yang berada di bawahmu dan jangan melihat orang yang berada di atasmu, karena
hal itu lebih patut agar engkau sekalian tidak menganggap rendah nikmat Allah
yang telah diberikan kepadamu.” (Muttafaq ‘Alaihi)
D
|
ua hari lagi lebaran idul adha, dan
kegiatan perkuliahan pun libur hingga satu hari sesudah lebaran. Aku janjian
dengan seorang teman untuk ‘Pulkam’ bersama. Kebetulan aku dan temanku satu
arah, meskipun kami tidak satu kampung.
Semasa hidup, Ayahnya adalah seorang Guru. Dan temanku ini ingin sekali
meneruskan perjuangan ayahnya menjadi seorang guru di kemudian hari. inilah
yang membuatku salut padanya. Semangatnya yang luar biasa, seharusnya membuatku
malu ketika aku masih membiarkan rasa malas belajar merajalela menguasai
jiwaku.
Kini, lagi-lagi membuatku sadar bahwa
hidupku jauh diatas kecukupan jika dibandingkan dengan mereka yang memiliki
batas kekurangan. Aku sadari, betapa banyak nikmat Allah yang diberikan
kepadaku. Aku memiliki orang tua, sedang di luar sana banyak anak-anak yang
berstatus yatim yang ditinggal mati oleh ayah atau ibu atau kedua-duanya. Aku
bisa kuliah, sedang di luar sana berapa banyak lulusan SMA ataupun sederajat
yang tidak bisa merasakan bangku perkuliahan. Bahkan lebih jauh lagi, betapa
banyak di luar sana yang sama sekali tidak bisa mengenyam pendidikan. Aku bisa
makan enak, sedang diluar sana masih banyak orang-orang kelaparan kekurangan
makanan. Aku bisa tidur nyenyak, sedang diluar sana, begitu banyak orang-orang
yang tidak memiliki rumah untuk sekedar berteduh.
Memang, ketika kita melihat keatas, seolah kita merasa kita adalah orang
yang paling tidak beruntung di dunia. Sehingga pertanyaan-pertanyaan yang
seolah mengandung keluhan dalam hidup terungkap dalam benak kita. Mengapa aku
begini? Mengapa aku tak seperti dia? Sungguh enak ya, jika aku bisa seberuntung
dia?.
Akan tetapi
cobalah lihat di bawah kita, maka kitapun akan tahu betapa beruntungnya kita.
Mari belajar bersyukur. Seperti kata bijak yang terselip di sebuah buku yang
aku baca, “bukan karena kita menikmati apa yang kita miliki lantas kita
bersyukur, tetapi bersyukurlah, maka engkau akan menikmati apa yang engkau
miliki.” (3-10-2014)
“Hargailah
apa yang telah kamu miliki, karena kebahagiaan tak akan pernah datang
kepada mereka yang tidak menghargai apa yang telah dimilikinya”
By: Marjuki / Ilmu Al-Qur’an & Tafsir /
Semester 3.
Facebook: Marzuqi Al-muhajirin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar